Kamis, 12 Februari 2015

Investor Butuh Jaminan Keamanan

FAKTA yang tak terbantahkan bahwa kemajuan suatu daerah sangat tergantung atau ditentukan oleh berapa banyak investor yang menanamkan modalnya di daerah itu. Selain menyerap tenaga kerja lokal, kehadiran investor untuk mengaktualkan potensi daerah agar masyarakat menikmatinya. Karenanya masyarakat yang menolak penambangan di daerahnya dapat disebut sebagai salah kaprah jika investor tidak mengabaikan reklamasi lingkungan.
Belum lama ini, Menteri Perindustrian RI, Saleh Husen, saat berkunjung ke Pos Kupang mengharapkan banyak hal yang bisa dilakukannya untuk daerah ini. Termasuk soal perlunya investasi dikembangkan di daerah ini. Salah satu di antaranya adalah mengembangkan perkebunan tebu. Namun sungguh miris ketika menyimak wartaa media ini bahwa PT Anugerah Rezeki Nusantara (ARN) asal Surabaya yang selama ini sudah beroperasi membuat kebun percontohan tebu di Sumba Barat Daya memilih untuk hengkang.
Alasannya karena areal tidak menenuhi syarat untuk pengembangan tebu. Ini yang mengemuka. Mungkin ada alasan yang lebih esensial sebagai penyebabnya, namun itu tidak terungkap, adalah soal keamanan berusaha. Ini sesuatu yang riskan terjadi di NTT. Jika sikap PT ARN tidak berubah untuk tetap hengkang, daerah ini mengalami kerugian. Ini pelajaran bagi kita semua agar memberi jaminan keamanan kepada investor berusaha. Bukan sebaliknya menjadi investor sebagai ATM untuk mengeruk keuntungan pribadi.
Perusahaan ini ternyata telah berkiprah sejak tahun 2011 dan apa yang telah dilakukannya untuk Sumba Barat Daya terasa mubazir. Yang diharapkan para investor hanya satu: keamanan berusaha.
Wilayah di NTT sangat potensial di bidang perkebunan dan pertanian sehingga membutuhkan investor untuk menggenjot potensi itu agar berdampak pada kesejehteraan hidup maasyarakat. Pemprov NTT sudah mencanangkan Provinsi Jagung, namun hanya mengharapkan penanaman secara sporadis oleh masyarakat. Tak ada perkebunan jagung yang dikelola langsung oleh investor. Ini pekerjaan rumah untuk kita. *

kupang.tribunnews.com
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Tidak ada komentar:

Posting Komentar